Fasilitator

Standar

Fasilitasi berasal dari kata “fasilis”  (Latin) yang artinya “mempermudah”. Fasilitator adalah orang yang bertugas memfasilitasi (mempermudah) sekelompok orang untuk mencapai tujuannya.

Fasilitator sering diibaratkan sebagai konduktor musik.

Sering juga diibaratkan sebagai sopir bis (bukan sedan atau becak, bukan juga sopir pesawat alias pilot).

Ada yang menyebut dirinya fasilitator handal. Ada yang fasilitator inspiratif. Ada juga fasilitator efektif. Dan ada fasilitator vibran (vibrant=bersemangat, penuh antusias).

Fasilitator itu mengelola suatu proses untuk mencapai tujuan.

Ada yang menjadi fasilitator pembelajaran dalam kegiatan pelatihan. Ada yang menjadi fasilitator masyarakat. Ada pula yang menjadi fasilitator sebuah rapat pengambilan keputusan.

Fasilitator merupakan sebuah pekerjaan. Bisa juga sebagai fungsi. Atau sebuah karakter. Guru yang fasilitator. Petugas lapangan yang fasilitator. Boss yang memfasilitasi rapat. Bupati yang memfasilitasi dialog warga. Anggota DPRD yang memfasilitasi hearing.

Fasilitator sebagai profesi, sudah bertahun-tahun dibicarakan.  Sebagai profesi, fasilitator akan masuk ke dalam buku daftar profesi di Indonesia yang diterbitkan Departeman Tenaga kerja. Pemerintah sedang/akan mengembangkan lembaga sertifikasi.

Hal ini karena hampir semua program pembangunan di Indonesia menggunakan tenaga fasilitator. PNPM adalah program nasional yang memiliki tenaga fasilitator masyarakat berjumlah puluhan ribu.

***

Perkembangan istilah fasilitator menimbulkan arti yang berbeda-beda. Sebenarnya, kompetensi apa yang harus dimiliki seorang fasilitator? Apalagi bila hendak dijadikan sebuah profesi. Apakah fasilitator harus memiliki kompetensi teknis seperti pertanian, kesehatan atau lainnya?

Kompetensi utama seorang fasilitator menurut saya adalah sebagai seorang pembelajar. Apa maksudnya? Yaitu seorang yang memampukan atau memperkuat kapasitas belajar.  Belajar itu harus menjadi keterampilan individu karena berlangsung selama hidupnya.

Seorang petani tidak belajar pertanian saat pendampingan atau menerima pelatihan saja tetapi berlangsung terus selama masih bekerja sebagai petani. Kita akan belajar hal-hal lain selama hidup kita.

Belajar tidak pernah berhenti.

Karena itu, sekali lagi, kompetensi utama seorang fasilitator adalah mengembangkan kemampuan untuk belajar. Mengembangkan otonomi belajar individu dan akhirnya menjadi suatu otonomi masyarakat ketika masyarakat itu membangun kultur belajar.

Slide berikut ini saya kembangkan dari materi lama, tapi untuk menjawab pertanyaan yang baru-baru ini dilontarkan seorang teman: Fasilitator itu apa sih? O lala, ya sudah saya retouch saja materi lama berikut ini:

FASILITATOR-apa sih

***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s