Games Jadul yang Lucu

Standar

Katanya, kalau masih menggunakan permainan (games) yang sudah digunakan sepuluh tahun lebih yang lalu, waspadalah!!  Anda sudah kehilangan inovasi sebagai seorang pelatih atau fasilitator….

Kalau masih mau pakai games jadul (jaman dulu), sebaiknya tanya kepada peserta apakah sudah ada yang tahu games tersebut. Kalau tidak, Anda akan kehilangan muka. Nah, games jadul yang satu ini memang menyenangkan.

Saya suka dan selalu ingin pakai.

Semut dan Gajah

  • Peserta pelatihan diminta untuk berdiri membentuk lingkaran.
  • Bila pelatih/fasilitator menyebut kata “semut”, peserta harus meneriakkan “besaaaaaar….”  tapi jarinya dijentikkan yang berarti kecil.
  • Bila pelatih/fasilitator menyebut kata “gajah”, peserta harus meneriakkan “keciiiiiill….” tapi kedua tangannya membuat gerakan lingkaran besar.
  • Lakukan berulang-ulang perintah tersebut dan perhatikan apakah peserta yang salah semakin banyak atau semakin berkurang.

Berhitung dan Bertepuk Tangan

  • Peserta pelatihan diminta untuk berdiri membentuk lingkaran.
  • Pelatih memberi aba-aba agar peserta mulai berhitung secara berputar  mulai dari angka 1 sampai 50. Setiap peserta yang kebagian angka 7, kelipatan 7, atau mengandung angka 7, tidak boleh menyebutkan angkanya melainkan hanya bertepuk tangan (satu kali dengan keras).
  • Apabila ada peserta yang salah, permainan dimulai lagi dari awal sehingga peserta harus mulai konsentrasi dan hati-hati.
  • Lakukan sampai peserta berhasil mencapai angka 50 tanpa ada kesalahan.
  • Bila sudah berhasil dengan berhitung maju, pada kesempatan lain bisa dilakukan permainan yang sama tapi dengan berhitung mundur dari 50 sampai 1. Ketentuan bertepuk tangan tetap sama.

Tangkap dan Hindari

  • Peserta pelatihan diminta untuk berdiri membentuk lingkaran.
  • Jarak antar peserta harus cukup karena masing-masing harus mengangkat kedua tangannya disamping. Pada telapak tangan kiri, diletakkan telunjuk tangan dari peserta sebelah kirinya. Sedangkan telunjuk tangan kanan diletakkan di atas telapak tangan peserta sebelah kanannya. Telapak tangan yang diletakkan telunjuk, harus terbuka lebar.
  • Tugas peserta adalah mendengarkan cerita pelatih/fasilitator. Setiap kali suatu kata disebutkan (misal kambing, atau yang lain) maka peserta harus mencoba menangkap telunjuk peserta lain sekaligus menghindar agar telunjuknya sendiri tidak tertangkap.
  • Pelatih bercerita terus sampai peserta mulai bisa berkonsentrasi melakukan pekerjaan simultan tersebut: menangkap dan menghindari.
  • Lakukan sampai berkali-kali dan perhatikan siapa peserta yang paling gesit melakukan tugasnya.

***

Gak usah pakai hikmah-hikmah permainan segala…. Biar enggak ngantuk aja lah. Capek kalau mikir melulu….

2 responses »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s