Fasilitator Masyarakat: Runyamnya Sebuah Istilah

Standar

Pertanyaan spontan saya setiap ketemu orang program, baik program pemerintah maupun LSM, adalah “apa sebutan untuk petugas lapangan di program ini?”

Fasilitator masyarakat atau community facilitator atau sering disingkat CF sering menjadi nama staf lapangan yang bertugas mendampingi masyarakat. Ada juga lembaga yang menyebutnya Community Organizer atau disingkat CO.

Sebutan Pendamping Masyarakat, Petugas Lapangan, Staf Lapangan, Fasilitator Masyarakat atau CF dan CO merupakan istilah-istilah yang sering digunakan untuk staf lembaga yang menjadi ujung tombak program yaitu mendampingi masyarakat.

Pemilihan istilah untuk staf lapangan, tentunya memiliki dasar pemikiran dan konsepsi tertentu bagi lembaga. Pendamping Masyarakat adalah istilah yang muncul untuk menggantikan istilah Petugas Lapangan (PL) karena seringkali PL bekerja dengan cara penyuluhan. Sementara seorang Pendamping Masyarakat bukanlah hanya melakukan penyuluhan. Cara kerja PL yang seperti Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) itu mendapat kritik dari kalangan LSM yang menempatkan Pendamping Masyarakat untuk melebur dan tinggal (live-in) di wilayah dampingannya.

Sedangkan Fasilitator Masyarakat atau CF muncul sebagai istilah yang menunjukkan bahwa seorang pendamping masyarakat itu bukanlah seorang guru atau orang yang bisa memecahkan masalah masyarakat (problem solver) melainkan seorang fasilitator pembelajaran yang mendorong, menjadi katalis, dan motivator masyarakat untuk mengembangkan pengetahuan dan memecahkan masalahnya sendiri.

Istilah PL, Pendamping Masyarakat, dan CF berkembang di kalangan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bergerak di Pengembangan Masyarakat atau Community Development atau Comdev atau CD.

Sementara itu, istilah Pengorganisir Masyarakat (CO) berkembang di kalangan LSM Advokasi yang menganggap tugas seorang pendamping masyarakat itu untuk memberdayakan masyarakat dengan cara memperkuat organisasi rakyat dan kepemimpinan lokal. Berbeda dengan CF yang bekerja di suatu sektor pembangunan (ekonomi, pertanian, usaha alternatif, penguatan ekonomi, kesehatan, pembelajaran, pemberdayaan perempuan, dan sebagainya), CO bekerja untuk apa yang disebut “pendidikan hukum kritis” atau “pendidikan kritis” atau “pendidikan HAM” dalam rangka memperjuangkan hak-haknya sebagai warganegara dan memperjuangkan keadilan.

Walaupun setiap istilah memiliki latar belakang perkembangan dan konsepsi berbeda, namun belakangan ini penggunaan istilah-istilah itu seringkali dipertukarkan. Bisa saja seorang CF bekerja dengan cara CO, tapi sebaliknya di sebuah lembaga digunakan istilah CO untuk staf lapangannya yang cara kerjanya seperti CF (teknis dan sektoral), bahkan penyuluhan.

Selain itu, apa yang disebut CO disebuah lembaga bisa saja staf lembaga yang bertugas di lapangan, sementara di lembaga lain yang disebut CO adalah fasilitator dari kalangan masyarakat yang bukan staf lembaga.  Sedangkan di lembaga lain fasilitator dari kalangan lembaga disebut CO lokal (sedangkan staf lembaga disebut CO) atau kader atau kader lokal atau relawan masyarakat.

Belakangan ini muncul istilah Fasilitator Desa (Fasdes) dari kalangan PNPM Mandiri Perdesaan,  sedangkan untuk PNPM Mandiri Perkotaan,  disebut Fasilitator Kelurahan (Faskel). Sementara itu, fasilitator dari kalangan masyarakat oleh PNPM Mandiri Perdesaan diterapkan istilah Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD) KPMD yang berasal dari Permendagri No. 7 Tahun 2007 tentang Kader Pemberdayaan Masyarakat.

Istilah Fasdes dan KPMD tersebut membingungkan dan menjengkelkan karena selalu dikonotasikan sebagai istilah proyek. Fasdes artinya adalah Fasilitator PNPM, sedangkan KPMD artinya adalah relawan (dari) masyarakat. Padahal seharusnya fasdes menjadi nama umum (jenerik) dari semua fasilitator yang berasal dari masyarakat desa dan bersifat relawan. Seharusnya fasdes meliputi: KPMD, Kader Posyandu, CO Lokal, dan kader atau fasilitator lain yang memang direkrut oleh pemerintah maupun non-pemerintah sebagai fasilitator dari kalangan masyarakat desa.

Kalau ke lapangan dan menanyakan istilah fasdes, kader, CO, dll. kepada masyarakat, harus hati-hati karena pengertian yang begitu kusut mawut tentang apa dan siapa itu fasilitator masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s