Permainan Mendengarkan (dan Mengingat)

Standar

Berikut ini adalah salah satu permainan yang dapat digunakan untuk ice breaking karena dapat dilakukan secara cepat dan juga merupakan lomba. Lomba selalu membuat kelompok bersemangat untuk menang.

Bisa menjadi bagian dari sesi “teknik mendengarkan” dari pelatihan untuk fasilitator.

***

Proses Permainan:

  • Fasilitator membacakan cerita “Keluarga Johannes” di bawah sesudah minta peserta untuk mendengarkan dengan teliti
  • Fasilitator membagi peserta dalam kelompok @ 5-6 peserta per kelompok dan jelaskan aturan permainan yang akan dilaksanakan  (tahap 3-8)
  • Fasilitator membaca satu pertanyaan di bawah
  • Masing-masing kelompok menulis jawabannya pada secarik kertas
  • Fasilitator meminta agar kelompok memperlihatkan jawabannya secara serentak
  • Kelompok yang jawabannya tepat mendapat nilai 10, sedangkan yang salah dikurangi 10 (lihat kunci jawaban untuk jawaban tepat)
  • Fasilitator terus membaca pertanyaan satu per satu dengan proses jawaban dan penilaian yang sama
  • Kelompok yang paling banyak mengumpulkan nilai, merupakan pemenangnya
  • Fasilitator mengajak peserta untuk membahas: Apakah sulit menjawab pertanyaan-pertanyaan tadi? Mengapa? Untuk mendengarkan baik, apa harus dilakukan? Kalau kita tidak mendengarkan dengan teliti, apa bisa terjadi?

Lembar cerita:

CERITA DARI TIMOR: “Keluarga Johannes”

Ama Johannes adalah petani di desa Sunsea, memiliki ladang yang ditanami padi, jagung dan kacang-kacangan. Di belakang rumahnya ada kandang sapi. Semua pernah berisi 2 ekor sapi betina dan 1 ekor sapi pejantan. Sekarang berisi 5 ekor sapi karena masing-masing sapi betina sudah beranak 1 ekor babi betina dan 1 ekor sapi betina lagi, dengan uang pinjaman (kredit lunak) dari program JPS. Mudah-mudahan, tahun depan kalau semua sapi betina itu beranak, akan bertambah lagi. Asalkan tidak ada sapi yang mati seperti yang terjadi tahun lalu ketika 1 ekor sapi betinanya yang sedang bunting mati akibat penyakit. Begitu juga dengan ternak babinya, mati

akibat penyakit. Ina Joahnnes memilihara ayam dan 4 ekor kambing. Selain itu, Ina juga menanam sayuran di kebun pekarangannya. Selain untuk memenuhi kebutuhan keluarga, sebagian dari sayuran itu juga dijual ke pasar, dengan kelebihan hasil panen jagung, kacang dan telur ayam.

Begitulah Ama dan Ina Johannes bergotong royong memenuhi kebutuhan keluarganya. Ina juga menambahkan toko atau koperasi. Sedangkan Ama Johannes terkadang bekerja sebagai tukang bengunan. Suami istri itu harus bekerja keras karena punya anak 7 orang yang hampir semuanya sedang membutuhkan biaya sekolah. Dua (2) orang anaknya sudah masuk Perguruan Tinggi di Kupang. Sedangkan yang lainnya masih sekolah di SD, SMP dan SMU di Kefa. Hanya yan paling kecil yang belum sekolah. Biaya sekolah anak-anak tinggi, hingga Ama dan Ina Johannes harus putar otak untuk mencari biaya. Tahun yang lalu, Ama Johannes harus jual 1 ekor sapi dan 2 ekor kambing untuk membayar uang kuliah dan uang sekolah anak-anak. Syukurlah si sulung, Onna, mendapat beasiswa dari Pemerintah. Kalau tidak, akan lebih banyak biaya yang diperlukan. Kalau dihitung-hitung, sudah 5 ekor sapi dan 8 ekor kambing yang telah dijual untuk biaya sekolah.

Pertanyaannya:

  1. Ada berapa ekor ayam yang sekarang dimiliki Ina Johannes?
  2. Ada berapa ekor sapi yang sekarang dimiliki Ama Johannes pada tahun yang lalu?
  3. Berapa jenis perkerjaan (matapencaharian) dari Ama dan Ina Johannes?
  4. Berapa jenis ternak yang sekarang dimiliki oleh Ama dan Ina Johannes?
  5. Ada berapa sapi muda yang sekarang dimiliki oleh Ama dan Ina Johannes?
  6. Ada berapa kambing yang dimiliki sekarang ditambah dengan yang pernah dijual untuk biaya sekolah?
  7. Dan seterusnya.

Kunci jawaban:

  1. –  (tidak disebut jumlahnya di dalam cerita)
  2. 7 ekor (5 + 1 yang mati + 1 yang dijual)
  3. 5 jenis (petani, peternak, pedagang sayur, penenun, tukang)
  4. 3 jenis (sapi, kambing, ayam; babi baru akan dibeli)
  5. 2 ekor
  6. 12 ekor (4 ekor yang ada + 8 ekor yang sudah dijual)

Catatan: Ama = bapak, ina = ibu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s