Buku yang Mendokumentasikan Pengalaman PRA di Indonesia

Standar

Participatory Rural Appraisal (PRA) adalah sebuah metodologi pendekatan program pengembangan masyarakat yang diadopsi oleh lembaga-lembaga di sebuah jaringan yang bekerja untuk wilayah perdesaan. Sederhananya, metode ini digunakan agar masyarakat dampingan (petani) dapat melakukan pengkajian keadaan dirinya, menganalisis dan kemudian merencanakan tindakan.

Pada tahun 1994, tugas saya adalah menjadi penyunting (editor) dan anggota tim penulis sebuah buku acuan PRA setelah diterapkan selama kurang lebih satu tahun di lapangan. Setelah versi ujicoba buku ini beredar dan penerapan PRA dilanjutkan dengan merujuk kepada buku, pada tahun 1996 buku ini dicetak dan diterbitkan. Naskah buku ini sendiri ditulis keroyokan selama tahun 1992 – 1993 melalui kegiatan lokakarya penulisan dan pembagian tugas tim penulis.

Di luar dugaan, buku ini harus dicetak ulang berkali-kali. Di lapangan juga ditemukan bahwa bisa jadi versi fotokopinya lebih banyak karena lembaga memberikan kepada setiap pendamping masyarakat atau Petugas Lapangan agar buku ini menjadi panduan. Buku ini tersebar luas karena metode PRA sedang sangat populer di masa itu.

***

Buku PRA BB-BSBuku “Berbuat Bersama Berperan Setara; Acuan Participatory Rural Appraisal” ini milik banyak pihak yang terlibat dalam penerapan di lapangan, menjadi tim penulis, pelaku ujcoba penerapan buku, dan kemudian juga memberikan masukan perubahan untuk buku ini. Pengembangan pengetahuan baru yaitu “PRA menurut pengalaman Indonesia” ini merupakan bagian dari program pembelajaran dan penguatan kapasitas melalui sebuah jaringan yang memiliki Pokja-pokja. Salah satunya adalah Pokja PRA. Pokja ini mengembangkan penerapan PRA sebagai metode pendekatan program pengembangan masyarakat, khususnya di kalangan LSM pertanian lahan kering.

Pada tahun 1997, ketika berkesempatan bertemu dengan Robert Chambers dari IDS-UK, yang dikenal sebagai orang yang mengembangkan dan mempopulerkan PRA, saya menyerahkan copy buku ini. Robert Chambers kurang lebih berkata: “Oh, my God, I wish I knew what is written ini this book…” Ya, tentu saja karena bukunya ditulis dalam Bahasa Indonesia.

Bagaimana cara PRA diterapkan oleh sebuah lembaga difasilitasi oleh Pokja PRA dengan memberikan dukungan pelatihan dan fasilitator dengan dana dari The Ford Foundation. Selain itu juga, Pokja PRA membantu penyebaran dan pengembangan fasilitator PRA baik bagi kebutuhan lembaga maupun pelatihan-pelatihan kolaboratif. Pelatih-pelatih ini membantu memperbanyak fasilitator-fasilitator PRA yang diharapkan juga bisa melatih teman-teman di lembaganya untuk menjadi fasilitator PRA. Inilah suatu masa ketika LSM masih bersemangat dengan jaringan pembelajaran.

***

Kelemahan-kelemahan dalam penerapan PRA seringkali dibahas dalam pertemuan tahunan jaringan, khususnya evaluasi tahunan Pokja PRA. Salah satu yang mengemuka adalah kritik terhadap penerapan PRA yang bersifat teknis. Kehilangan “roh” pemberdayaan dan proses yang lebih mendorong transformasi sosial. PRA menggunakan partisipasi sebagai alat mobilisasi atau partisipasi instrumentalis.

Untuk memahami kritik ini, tentu saja terlebih dahulu harus memahami apa dan mengapa PRA berkembang dibandingkan dengan bagaimana PRA diterapkan di lapangan. Buku PRA BB-BS ini dapat menggambarkan bagaimana PRA diterapkan di sebuah jaringan LSM di Indonesia. Sedangkan apa dan mengapa PRA dikembangkan dapat Anda kaji dari berbagai sumber bacaan, terutama PRA/PLA-Notes yang diterbitkan oleh IIED, alamat: www.planotes.org

Kritik ini kemudian coba dijawab dalam bentuk evaluasi dampak pengintegrasian metodologi PRA di jaringan ini, setelah sepuluh tahun diterapkan. Tentang evaluasi PRA, lihat pada tulisan lain.

***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s