Ria Djohani tinggal di Bandung, Jawa Barat, Indonesia. Menganggap fasilitator bukan profesi melainkan seseorang dengan karakter pembelajar dalam kesehariannya.  Belajar menjadi fasilitator pembelajaran bersama kalangan organisasi masyarakat sipil terutama Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Isu belajar seorang fasilitator itu semua hal yang bisa membuat kita jadi manusia yang pandai menjalani kehidupan (life skill). Belajar menerapkan cara belajar kritis. Belajar berkomunikasi dialogis. Belajar jadi fasilitator yang sabar. Belajar bernetiket. Belajar menggunakan hak politik sekaligus kewajibannya. Belajar menghormati keberagaman agama dan etnis. Belajar berdemokrasi meski dalam keluarga. Belajar menjadi warga aktif (active citizen) meski cuma di tingkat RW atau Komite Sekolah. Supaya jadi melek (literate) politik, teknologi, sosial-budaya, agama.

Pokoknya penerapan, bukan sekedar pengetahuan.

Web ini dikembangkan terutama bagi para fasilitator yang bekerja untuk masyarakat. Sebagai pekerjaan atau pun kerelawanan. Sekedar berbagi, ketimbang pengalaman dan tulisan saya disimpan sendiri dan berserakan, kemudian hilang. Katanya, ilmu walau sedikit akan menjadi pahala bila dibagikan. Cara memanfaatkan web ini, perlu dengan cara mengkritisi dan mencari sumber-sumber lain.

Sengaja saya sebut web ini sebagai artefak pembelajaran karena materi yang terkumpul sejak 17 tahun lalu. 17 tahun saya berkiprah menjadi seorang fasilitator sebagai pekerjaan dan kelakuan yang susah dihilangkan.

Semoga bermanfaat.

Kontak: riadjohani@yahoo.com

28 responses »

  1. Salam kenal Mbak Ria. Nampaknya kalau ke Bandung saya perlu meluangkan waktu buat ngobrol sama Mbak Ria, jika berkenan, mau berguru dan berbagi pengalaman. Salam.

  2. Salam kenal mbak Ria, catatan yang sangat luar biasa dan inspiratif, sukses buat mbak Ria yang yang rela berbagi ilmu dan pengalamannya….Lanjutkan…. ;))

  3. wah,terima kasih sudah berbagi. saya berkesempatan membuka blog mbak ria, saat mencari permendagari nomor 7/2007 tentang kader pemberdayaan desa. selebihnya katut ikut mbaca tentang wacana sertifikasi fasilitator. salam kenal dan salam dari desa.@yan edi

  4. Salam Kenal, senang sekali kalau ada praktisi yang mau berbagi, Apakah bisa konsultasi tentang output PRA di pedesaan dengan email

  5. Salut dengan ibu Ria,
    Saya seperti menemukan harta karun hari ini, dari seseorang yang sudah berkiprah 17 tahun sebagai Fasilitator,
    Saya juga baru 3 tahun menjadi Fasilitator di Perusahaan, dan meluangkan waktu dalam pembinaan Pendidikan di Tangerang yang sifatnya independen. Masih banyak kekurangan saya. Smga saya bisa terus belajar.

    Terimakasih ibu🙂

  6. saya membaca tulisan mbak ria ini, semakin terasa bahwa saya perlu banyak lagi belajar, walaupun bekerja sebagai fasilitator dari tahun 1994

  7. waduh mba ria salam kenal ya…pean dewa penyelamat gara2 baca blogmu jd tambah pede bwt fasilitasi hari ini. makasih ya mba sudah berbagai ilmu…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s